PADANG- DPD Partai Gerindra Sumbar membedah visi misi bakal calon Kepala Daerah di Sumatera Barat, baik calon gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota yang mendaftar ke partai itu. Kegiatan yang dinamakan assesment terhadap bakal calon kepala daerah itu dipimpin Syafruddin Putra Datuak Sangguno. "Kami melaksanakan assesmen ini sejak kemarin hingga 28
Watakorganisasi sayap GEMIRA sesuai dengan watak Partai GERINDRA yaitu : Demokratis, Merdeka, Pantang Menyerah, Berpendirian dan Terbuka. Visi . Mengawal perjuangan Partai GERINDRA dalam mewujudkan kemandirian bangsa dan mensejahterakan rakyat. Misi
Seluruhanggota legislatif baik di provinsi maupun kabupaten/kota dari Partai Gerindra se Aceh didoktrin visi misi dan prinsip partai untuk penguatan fungsi
SekretariatDPRD Kabupaten Bandung Barat. Alamat: Jalan Raya Tagog No 545 Padalarang, Bandung Barat, Indonesia Telp: 022-87786013 Email: setwan@bandungbaratkab.go.id
REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Wacana koalisi antara Gerindra dan PKB disebut berpotensi membuat kejutan pada Pemilu 2024. Sosok ketua umum kedua partai sebagai representasi militer-sipil dinilai akan membawa efek ekor jas atau coat tail effect, terlebih dengan deklrasi lebih awal yang menawarkan gagasan berdasarkan platform dan visi misi gabungan partai.
gerindrapastikan-prabowo-bakal-kerja-sesuai-visi-dan-misi-jokowi
Nah Partai Gerindra terpanggil untuk memberikan pengabdiannya bagi bangsa dan negara dan bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang. Kisah Gerindra dan Kepala Garuda Memberi nama partai politik gampang-gampang susah. Karena nama partai berkaitan dengan persepsi yang akan diingat oleh masyarakat selaku konstituen.
Tetapiharus memiliki tingkat kejutan," ungkap Edriana, saat kegiatan penyampaian visi dan misi Bacagub Sumbar yang dilaksanakan Tim Penjaringan Bacagub Sumbar Partai Gerindra, Minggu (26/1) di Kryad Hotel, Padang. Tingkat kejutan yang dimaksud Edriana adalah, memberikan shock therapy, menghadirkan sesuatu yang baru bagi masyarakat, sehingga
2rHEMUF. Visi Menjadi Partai Politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang senantiasa berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya dan berdiri diatas kaki sendiri dalam bidang ekonomi. Misi Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan senantiasa berpegang teguh pada kemampuan tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan supremasi hukum dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah dan persamaan hak di hadapan hukum serta melindungi seluruh warga Negara Indonesia secara berkeadilan tanpa memandang suku, agama, ras dan/atau latar belakang kekuasaan pemerintahan secara konstitusional melalui Pemilu Legislatif , Pemilu Presiden dan Pemilu Kepala Daerah untuk menciptakan lapisan kepemimpinan nasional yang kuat dan bersih disetiap tingkat pemerintahan.
Jakarta - PDI Perjuangan PDIP menggelar Rapat Kerja Nasional Rakernas 2023. Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan agenda hari kedua Rakernas ini salah satunya ialah menyiapkan visi misi dan program bakal calon presiden Bacapres Ganjar Pranowo."Sekarang akan dilakukan rapat paripurna kelima yang inti agendanya adalah rapat-rapat komisi yang dibagi steering comittee yang dibagi Komisi I sampai Komisi V yang membahas berbagai hal strategis tentang kesiapan PDIP mengikuti kontestasi pemilu serentak pada 2024 yang akan datang mulai menyiapkan visi misi dan program bakal calon presiden, kemudian juga mempersiapkan strategi kemenangan pada Pileg Pilpres 2024 mendatang," kata Basarah kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu 7/6/2023.Basarah mengatakan visi misi dan program itu disiapkan jauh-jauh hari karena menyangkut hal penting. Oleh karena itu, visi misi dan program capres-cawapres sudah digodok bahkan sebelum Ganjar ditetapkan sebagai capres pada Jumat 21/4. "Nah, karena ini menyangkut hal yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, maka jauh-jauh hari PDI Perjuangan telah mempersiapkan visi misi dan program bakal calon presiden yang akan diusung. Jauh sebelum Pak Ganjar Pranowo ditetapkan sebagai calon presiden oleh Ibu Megawati pada 21 April yang lalu," mengatakan penyusunan draft visi misi dan program ini sudah berjalan hampir dua tahun dengan melibatkan sejumlah ahli. Basarah mengatakan draft itu kembali dimatangkan dalam Rakernas III PDIP."Secara khusus penggarapan penyusunan draf, penyusunan visi misi dan program ini, selain juga Balitbangpus PDI Perjuangan, kemudian Megawati Institute, para ahli kita undang, kira-kira sudah hampir 2 tahun ini berjalan. Tetapi karena ini menyangkut tata cara keorganisasi maka, visi misi dan program yang didaftarkan pada KPU RI, maka dimatangkan dulu secara kelembagaan pada forum Rakernas III ini," tutur dimatangkan, visi misi dan program capres nantinya juga akan dibahas dengan partai politik pengusung Ganjar di 2024. Said mengatakan hal itu akan dibahas usai kerja sama politik pengusung Ganjar sudah definitif."Karena setelah dirumuskan, diputuskan dalam Rakernas III ini, hasil visi misi dan program dibahas diputuskan di Rakernas III tentu akan kita bicarakan bersama dengan rapat dengan partai peserta kerja sama politik lainnya, karena partai-partai peserta kerja sama politik masih belum definitif," kata Said."Kemarin terakhir kita ada kunjungan silaturahmi dengan PAN dan akan ada pembicaraan berikutnya. Mungkin 1-2 hari ke depan akan ada parpol lain, nanti pada saat yang dianggap sudah pas untuk memutuskan bahwa partai politik peserta kerja sama yang mendukung Pak Ganjar Pranowo itu definitif, barulah visi misi dan program ini akan dibicarakan secara bersama-sama," sambungnya. eva/eva
JAKARTA, - Partai Gerakan Indonesia Raya atau akrab disebut Gerindra merupakan partai politik di Indonesia. Lahir di tahun 2008, kini, Gerindra menjadi salah satu parpol besar di tanah kelahiran Dikutip dari laman resminya, Partai Gerindra lahir dari keprihatinan politikus Fadli Zon dan pengusaha yang juga adik dari Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Keduanya prihatin terhadap kondisi politik Indonesia yang mereka anggap jauh dari nilai-nilai demokrasi. Berangkat dari situ, muncul gagasan untuk mendirikan partai. Ide ini lantas dibahas Hashim bersama orang-orang di lingkaran Prabowo. Baca juga Survei Litbang Kompas Prabowo, Ganjar, Anies Berebut Suara Milenial Kala itu, Prabowo masih menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Partai Golkar. Bahkan, ia sempat maju dalam konvensi calon presiden dari Partai Golkar. Singkat cerita, pada Desember 2007, berkumpul sejumlah tokoh untuk membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga AD/ART partai yang akan dibentuk. Tokoh yang hadir di antaranya Fadli Zon, Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi, Haris Bobihoe, Sufmi Dasco Ahmad, Muchdi Pr, Widjono Hardjanto dan Suhardi. Mereka berkumpul di markas Institute for Policy Studies IPS di Bendungan Hilir, Jakarta. Fadli Zon kala itu menjadi Direktur Eksekutif IPS. Baca juga Menilik Elektabilitas Prabowo Subianto dari Berbagai Survei... Pembentukan Partai Gerindra terbilang mendesak. Sebab dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye Pemilu 2009, yakni 6 Februari 2008. Dalam deklarasi itu, termaktub visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur, serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar UUD 1945. Kisah Gerindra dan kepala garuda Sebelum lahir nama Gerindra, sempat muncul usulan nama “Partai Indonesia Raya”. Nama itu sebenarnya dinilai tepat, hanya saja pernah digunakan di masa lalu, yakni PIR Partai Indonesia Raya dan Parindra. Nama Gerakan Indonesia Raya atau disingkat Gerindra lantas dicetuskan oleh Hashim Djojohadikusumo. Nama tersebut pun langsung disetujui tokoh-tokoh lain. Selain gampang diucapkan, "Gerindra" juga mudah diingat. Baca juga Kekuasaan M Taufik di Gerindra DKI yang Pelan-pelan Digembosi... Setelah nama, sempat muncul kebingungan untuk menentukan lambang ide untuk menggunakan lambang burung garuda. Namun, lambang ini sudah banyak digunakan partai lain. Sempat pula tercetus usulan lambang harimau dari survei kecil-kecilan yang diadakan Fadli Zon. Namun, Prabowo memiliki ide lain, yakni kepala burung garuda. Gagasan itu disampaikan oleh Prabowo yang kemudian disetujui oleh pendiri partai yang lain. Kepala burung garuda yang menghadap ke kanan melambangkan keberanian dalam bersikap dan bertindak. Bulu di leher berjumlah 17, jengger dan jambul 8 buah, bulu telinga 4 buah, dan bingkai gambar segi lima yang seluruhnya mengandung arti hari kemerdekaan, 17-8-1945. Suara di pemilu Debut sebagai peserta pemilu di tahun 2009, Partai Gerindra mendapat suara yang cukup memuaskan, yakni 4,46 persen atau suara. Jumlah tersebut menempatkan partai berlambang kepala garuda itu pada urutan partai ke-8 dengan perolehan 26 kursi DPR RI. Baca juga Para Elite Parpol yang Tolak Pemilu Ditunda dari AHY sampai Prabowo Di Pemilu 2014, perolehan suara Gerindra melonjak tinggi, yakni atau 11,81 persen suara. Gerindra kala itu berhasil menduduki urutan ke-3 dengan perolehan 73 kursi. Di tahun 2014 pula, Gerindra mampu mengsung ketua umumnya, Prabowo Subianto, maju di Pilpres berpasangan dengan Hatta Rajasa. Kala itu Prabowo-Hatta Rajasa mengantongi suara atau 46,85 persen, kalah dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Di Pemilu 2019, perolehan suara Gerindra kembali naik, yakni suara atau 12,57 persen. Jumlah ini menempatkan Gerindra di urutan kedua partai dengan perolehan suara terbanyak dengan 78 kursi di DPR RI. Pada tahun itu pula, Gerindra kembali mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2019, dipasangkan dengan Sandiaga Uno. Namun, lagi-lagi Prabowo harus kalah dari Jokowi yang bepasangan dengan Ma'ruf Amin dengan perolehan suara atau 44,50 persen. Visi dan misi Berikut visi dan misi Partai Gerindra VisiMenjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah NKRI yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 yang senantiasa berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya, dan berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang ekonomi. Baca juga Survei Median Elektabilitas PDI-P Tertinggi, Gerindra dan Demokrat Bersaing Rebut Posisi Kedua Misi Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Mendorong pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan senantiasa berpegang teguh pada kemampuan sendiri. Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat. Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah dan persamaan hak di hadapan hukum serta melindungi seluruh warga negara Indonesia secara berkeadilan tanpa memandang suku, agama, ras dan/atau latar belakang golongan. Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusional melalui Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, dan Pemilu Kepala Daerah untuk menciptakan lapisan kepemimpinan nasional yang kuat dan bersih disetiap tingkat pemerintahan. Struktur organisasi Berikut susunan organisasi Partai Gerindra masa jabatan 2020-2025 Ketua Umum Prabowo Subianto Ketua Harian Laksdya TNI Purn Moekhlas Sidik Wakil Ketua Harian Widjono Hardjanto Wakil Ketua Umum bidang Organisasi, Kaderisasi, Keanggotaan dan Pemenangan Pemilu Sufmi Dasco Ahmad Wakil Ketua Umum bidang Luar Negeri Fadli Zon Wakil Ketua Umum bidang Ideologi, Politik Pemerintahan, Disiplin Partai dan Informasi Strategis Sugiono Wakil Ketua Umum bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup Edhy Prabowo Wakil Ketua Umum bidang Pertahanan dan Keamanan Mayjen TNI Purn Musa Bangun Wakil Ketua Umum bidang Pemberdayaan Potensi Jaringan, Koperasi, dan UMKM Ferry Joko Yulianto Wakil Ketua Umum bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan drg Putih Sari Wakil Ketua Umum bidang Pemuda, Perempuan dan Anak Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Wakil Ketua Umum bidang Hukum dan Advokasi Habihurokhman Wakil Ketua Umum bidang Pengabdian Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat Sumarjati Arjoso Wakil Ketua Umum bidang Pendidikan dan Infrastruktur Susi Marleny Bachsin Wakil Ketua Umum bidang Agama Mochamad Irfan Yusuf Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani Bendahara Umum Thomas Mulyatno Djiwandono Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto Ketua Dewan Penasihat Haryadi Darmawan Ketua Dewan Pakar Burhanuddin Abdullah Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.